Jumat, 01 Agustus 2014

Upacara Berakhir Bahagia

Saya jadi ingat, kejadian beberapa tahun yang lalu. Entah ini saat saya kelas X atau XI. Tepat sekali tanggal 16 agustus. Saya dan lima orang sahabat sedang berkumpul membahas upacara kenaikan bendera besok. Panggil saja kelima teman saya itu Adam, Geno, Dodo, Wira dan Ale.

Membuka percakapan, Wira dengan kedipan matanya membuat saya ogah berlama-lama mendengar omongannya. Belakangan saya baru sadar kalo ternyata sinar matahari membuat matanya silau. Saya sudah terlanjur mengira dia seorang... Alah lupakan.

"Gimana besok? Mau ikut upacara dilapangan gak?" Kata Wira.
"Katanya kan wajib, ya ikut lah." Adam membalas ucapan si Wira dengan tatapan ala Zayn Malik. Mungkin dahulu saat Adam dan Zayn malik belum dilahirkan. Mereka berdua sudah akrab menjadi teman, sewaktu masih berwujud roh diatas langit sana. Tapi ini hanya hipotesis ngawur saya.
"Gausah upacara lah. Kita maen PS aja." Nah loh ini yang bilang si Wira. Diikuti oleh anggukan tanda setuju oleh saya, Adam, Dodo, dan Geno. Kecuali Ale.


Memang anak yang  tak tahu diuntung kau, kenapa kau menjadi minoritas diantara kami? Itu yang saya pikirkan terhadap Ale kala itu. Tapi saya yakin, dari pengalaman yang sudah-sudah, bakal ada hal nyeleneh yang akan Ale lakukan.



"Bro, lo ini harusnya mikir!" Ale membuka pidato keemasannya.
Saya bergumam dalam hati : "Eh kecebong selokan! Dari dulu itu lo yang gak pernah mikir!"

"Pahlawan kita dulu itu mati-matian bro buat mengibarkan bendera merah putih. Itu yang kakek gua bilang. Kita sekarang cuma disuruh upacara berapa jam aja males!" Ale memulai berkelakar dengan gaya pidato SBY. Sungguh bersahaja.

Pelan-pelan. Kami mulai terenyuh dengan orasi menggelora Ale. Kami semua mengurungkan niat untuk bermain PS besok. Padahal saya sudah menyiapkan berpuluh-puluh alasan untuk nanti, bila saya kalah bermain WE.

Keesokan harinya.

Kami semua sudah berkumpul dilapangan. Semua siswa-siswi SMA/SMK sePringsewu berkumpul dilapangan yang sama (kalo gak salah SMP dan SDnya juga ada), jadi mungkin ini menjadi ladang 'rejeki' untuk Ale maupun Wira yang notabenenya seorang mata keranjang pecinta wanita fanatik.

"Bro liat cewek arah jam 12, gila putih banget!" Ale mulai menunjukan tajinya.
Adam, Geno, Wira dan Dodo ikutan nengok kearah yang Ale maksud. Kecuali saya. Saya masih bingung arah jam 12 itu dimana.

"Alah, gua tau lo itu ada maunya. Cuma pengen liat cewek-cewek kan?!" Saya bilang ini ke Ale, karena kesal akibat pidato tidak relevan olehnya kemarin.
 "Bro, ini cuma sekedar pemandangan!" Balas Ale. Bisa aja lo ngeles kayak karbit! (oh itu nge-las). *saya bergumam dalam hati*

Ale dan Wira sudah puas dengan pemandangan sekitar. Geno, Adam dan Dodo lagi membahas tentang percintaan mereka. Saya? Masih bingung letak arah jam 12.

Terik matahari sudah mulai menggrogoti permukaan kulit kami. Dan upacara belum juga dimulai.
"Maen PS aja lah yok!" Wira sudah tak tahan lagi. Bila kami semua terpanggang gosong, tolong salahkan Ale dan hiperbola.

Mendengar ratapannya si Wira, Ale kembali berkelakar dengan wajahnya yang lebih bersahaja. Kini sahaja di raut mukanya terlihat natural karena sinar matahari.
"INGET BRO, PAHLAWAN GAK MENGHARAPKAN BANYAK SAMA KITA. SEDANGKAN KITA SENDIRI? IKUT UPACARA SETAHUN SEKALI AJA MALES!" Kali ini Gelora Ale kembali membahana karena caps lock saya yang jebol.

Yasudahlah kami ikuti omongannya... Namun selang beberapa menit, panas matahari kembali menggoda kami. Kecuali Ale, dia masih terlihat tabah.

"Kapan mulainya, gila panas banget!" Wira mulai mengeluh tanpa berkedip-kedip, kali ini saya lebih betah menyimak ucapannya.
"Udahlah aku maen PS aja, yang gak mau ikut ya gausah ikut!" si Wira mengeluarkan maklumat penentu masa depan kami semua. Kami semua, (masih) kecuali Ale.

Geno, Dodo, Adam dan Wira. Mereka semua terlihat lega karena sebentar lagi terbebas dari jerat panasnya matahari. Sedangkan saya? Masih mencoba mengingat-ingat kembali alasan apa yang harus saya ucapkan, bila pada akhirnya saya kalah bermain PS.

Kami berlima melangkah. Selangkah demi langkah meninggalkan lapangan upacara. Juga meninggalkan Ale seorang diri.

Setelah langkah ke-lima (entah langkah keberapa, terserah anda, saya buat ini hanya agar terlihat dramatis) Ale berteriak kearah kami. "Woy!"

Sepertinya Ale marah besar sama kami semua. Tapi ya bagaimana kita kan punya pilihan masing-masing, walaupun kita suka atau tidak.

*Ale mendatangi kami semua*

Saya sebenarnya sudah malas mendengar orasinya kali ini, karena panas matahari sudah membakar. Saya sudah membayangkan omongannya kali ini akan seperti...:
"Kok bisa-bisanya lo semua kalah hanya karena panas matahari sih bro! Pahlawan terdahulu aja dideru oleh ratusan peluru. Masih bisa bertahan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, hasilnya? Bisa kita nikmati sampe sekarang!"  <<< Pasti si Ale bakal ngomong ginian lagi.

Ternyata prediksi saya kali ini salah total. Kalimat yang (ternyata) dia ucapkan :
"Gua ikut maen bro. Pokoknya gua pake madrid!"

Gubrak!

Setelah semua pidato kenegaraan yang lo gelorakan bro?
Bagaimana dengan teriakan-teriakan patriotisme yang kau dengungkan ke telinga gua?

Andaikata saya bawa golok. Sudah saya tebas mulut si bocah tengik ini! -_-

Tapi ada secercah harapan buat saya, karena sepengetahuan saya, Ale adalah seorang bocah petualang pemain WE terburuk diantara kami semua. Saya masih ada harapan menang!

Catatan : Begitulah kenakalan-kenakalan yang kami buat semasa remaja. Tapi saya pastikan, semua kenakalan yang kami perbuat masih dalam batas kewajaran. :)

See you soon!

sumber foto

15 komentar:

  1. Sama banget, gue juga biasanya kalo ada betina cakep selalu pake kode arah jam kayak gitu sama temen. Haha

    BalasHapus
  2. Gubrag-___- si Ale itu kocak banget. Dengan semangatnya dia berorasi dari awal sampai akhir tapi akhirnya dia kalah juga sama terik matahari. Atau mungkin dia nggak ada temen buat ngincer cewek-cewek? Hahaha.

    Tingkah kalian itu :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga kadang2 ketawa sendiri mbak kalo kebayang :D

      Hapus
  3. ebuset dah, si ale meni koplak pisan euy!
    haha, dasar bocah.
    oke gue juga pernah gitu, mumpung masih jafi anak sekolahan.
    nikmatilah kenakalanmu nak hoho

    BalasHapus
  4. oh jadi dulu kalian ya cowo-cowo yang berisik banget waktu upacara itu? pake kode-kodein aku segala lagi? huh
    HAHAHAHHAA canda canda

    BalasHapus
  5. ada2 saja nih tingkah saat upacara.
    kocak ya si ale.

    tapi nggak apa2 gokil2an buat kenang2an semasa sekolah.
    :-D

    BalasHapus
  6. Itu kenapa ada Kakak-Kakakku sih? Adam + Zayn Malik! Mereka ngapain dimasuk2in di sini. :D
    Bikin kangen aja. #Hayaaahh

    BalasHapus
  7. ya elahhh -_- si Ale .. eh Ale bukan minuman itu kan :3
    kalau vina di posisi kamu, kirain si Ale juga bakalan berorasi.
    Lah ternyata -_- dianya malah ikutan numbrung dengan semangat bergelora berapi api -___-
    aleee oh aleee
    malah udah nentuin madrid pulak :|

    BalasHapus
    Balasan
    1. percayalah mbak, kawan2 saya punya sifat yang sama menjengkelkannya seperti ale.

      Hapus
  8. absurd banget tuh si ale,di awal aja dia berorasi tapi ujung_ujung"nya gak tahan juga sama teriknya matahari :)

    BalasHapus