Sabtu, 26 Juli 2014

Beberapa Hari Lagi Lebaran

Hari-hari terakhir menjelang lebaran, ada satu ungkapan yang selalu terucap maupun terpikir oleh setiap orang : "Waah gak kerasa ya bentar lagi lebaran!"
Pliss deh? Gak kerasa? Ini maksudnya apa?



Apa gak inget pas awal-awal puasa kerjaannya tiap hari ngeluh kelaperan!?
Apa gak inget momen-momen kritis saat nunggu adzan maghrib yang lamanya udah kayak nunggu komentator bola berhenti ngebacot!? Kamu tau komentator bola kan?
Saya dulu berpikiran kalo komentator bola itu sudah lebih ahli dari seorang pelatih, lihat saja dari cara mereka bicara :
" Sepertinya pelatih totong bisulan harus segera memasang striker-striker yang tangguh bung, demi melancarkan serangan-serangan balik yang efektif."
"Sepertinya pelatih totong bisulan melakukan kesalahan besar bung, dengan menarik pemain bernomor punggung 17 ini."
"Sepertinya pelatih totong bisulan sudah bete karena kita hakimi terus bung, sekarang marilah kita menghakimi diri sendiri."

"Sepertinya bisul saya kembali membesar bung, karena kebanyakan mendengar omongan kalian!" Saya balas menimpali dengan sedikit kesal "Ini pertandingan bola kapan mainnya!?"



Yang masih menjadi misteri adalah : Siapa Totong Bisulan!
Dan lagi, bisulan itu nama penyakitnya? Panggilan sayangnya? Atau marganya? Semua masih misteri. *-_-*

Yang saya tidak habis pikir adalah, mereka sanggup berbicara panjang lebar seperti itu berjam-jam, bayangkan saja, berjam-jam pelatih Totong Bisulan dihakimi! Kan kasian.

Baiklah, kita kembali ke topik seputar Ramadhan. *maaf tadi malah bablas ngomongin bola, kebawa suasana*

Masih ada hal seputar Ramadhan yang annoying banget, kalo bulan puasa kan seyogyanya rumah-rumah makan yang dipinggir jalan bisa menghormati orang yang puasa, dengan menutup hidangan makanannya dengan gorden.

Tapi yang saya masalahkan bukan rumah makan, tapi kenapa iklan-iklan makanan dan minuman di tv tidak melakukan hal yang sama seperti rumah makan, bukan berarti mereka harus menutup produk mereka dengan gorden juga.

Lihat saja, disaat kritis antara jam 5 sore sampai adzan maghrib, disaat umat sedang dalam kondisi menghawatirkan, iklan-iklan minuman segar malah menyerbu! Tidak tanggung-tanggung, bintang iklan yang memerankan dengan hati riang gembira meminum produk mereka dan bilang : "Waah segar!"

Ini true story saya banget bro, bayangkan saja (kalo gak mau bayangin juga gak apa-apa), saya yang ketika cinta bertasbih *sorry kebawa suasana* itu dalam keadaan perut keroncongan, sampe-sampe bondan menawarkan saya untuk duet nyanyi lagu kroncong protokol, eh protol *gak nyambung*. Eh malah nongol iklan minuman ringan, sampe minumannya di zoom in banget, untung saya gak ngiler, karena udah gak ada iler yang tersisa, semua sudah saya telan!

Pernah mengalami hal yang sama?
Saya yakin tidak, saya yakin anda-anda semua cukup cerdas untuk membedakan mana air putih segar, dan mana yang air iler putih berbuih yang menjijikkan. *Sorry kalo ada yang jijik, gak ada yang phobia sama iler kan?*

Maaf gak bisa panjang-panjang lagi, nulis itu ternyata makan banyak energi lho! :D *Alesan*

See you soon. :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar