Minggu, 23 Februari 2014

Omegle Yang Dulu Bukanlah Yang Sekarang



Sudah beberapa hari ini sekolah saya libur, bukan karena ada kasus kesurupan massal, tapi dikarenakan ada sebuah acara rutin tahunan, acara itu adalah G-SMP, ya semacam lomba, bazaar buat anak-anak SMP gitu deh…

Karena tipe-tipe saya yang sama sekali gak pernah ikut organisasi sekolah, ya jadilah saya seharian ditempat kos, karena gak ikut dalam kepanitiaan, bayangkan saja pemirsah, 48 jam saya habiskan hanya untuk ‘hibernasi’ didalam kamar kos, kalo mau keluar juga paling hanya untuk beli rinso kekuatan 10 tangan.

Di puncak kebosanan, gak sengaja saya ingat dengan sebuah webchat yang saya gemari beberapa tahun lalu, yaitu omegle.com.

Memang sudah banyak yang berubah, kalo dulu seingat saya belum ada menu 'add interests', ya jadilah lawan bicara saya random dari seluruh penjuru dunia, yang saya ingat dulu pernah saya mendapat teman ngechat dari Brazil, ternyata enak juga orangnya, walaupun laki-laki (jangan pertanyakan kenormalan saya) tapi setidaknya dialah satu-satunya orang yang tidak men-DC saya, karena setelah banyak manusia dari banyak Negara yang berbeda : Spanyol, Italia, inggris, Polandia, dan masih banyak lagi, mereka semua selalu Men-disconnect saya setelah mereka tahu bahwa saya berasal dari Indonesia, lalu saya pikir : apakah citra Indonesia buruk diluar sana?

Halah ya sudahlah, diakhir pembicaraan, si Brazilian ini minta alamat email saya, ya itu berarti dia sudah menganggap saya sebagai teman, segera saya ketik alamat email saya, dan sebelum saya mengirimnya, terjadilah peristiwa terbiadab ke-2 setelah pembantaian hitler, yaitu : Pemadaman listrik. (FYI : saya menggunakan PC)

Lalu terputuslah semuanya, padahal jika kami bisa berteman lebih akrab, ada kemungkinan dia akan mengirimi saya kopi beserta ladangnya, hahaha (oke itu gak lucu).
Beberapa menit kemudian, PLN tercinta menghidupkan lagi aliran listrik (hahaha sialan).

Dimulailah lagi perjuanganku mencari teman chatting, dan setelah melalui perjalanan yang panjang dan sedikit keberuntungan, saya mendapat teman chatting perempuan, berikut cuplikannya :





Percakapakan pun berlanjut dengan serunya, tapi sayangnya saya gak ingat siapa namanya, maklumi saja, itu sudah 3 tahun yang lalu.

Mendapat teman chatting dari Negara yang sama itu, bagaikan mendapat serpihan emas didalam adonan aspal, karena seperti yang telah saya sampaikan diawal, omegle kala itu belum mempunyai fitur untuk memilih ‘Add interest’, jadi beruntung saja bagi saya yang bisa mendapat teman chatting dari negara yang sama.

Tapi jika mencoba chatting dengan omegle yang sekarang, sudah malas rasanya saya. Entah karena sudah dekatnya hari kiamat, banyak dari mereka yang menggunakan kata-kata kotor.

 FYI, its written is F*ck -_-

Omegle oh omegle...
I'd better stop this, see yaa! :) 

2 komentar:

  1. saya emang cowok yang dekil, gak pernah sama sekali nyentuh omegle itu -____-

    BalasHapus