Sabtu, 07 September 2013

Tradisi Ketika Ulang Tahun



Hari ulang tahun adalah hari yang (setidaknya) ditunggu-tunggu semua orang. Pada hari ulang tahun tampak seperti ada atmosfir berbeda dalam hidup, walaupun jujur saya akui, selama hidup 15 tahun di bumi Allah ini, saya belum pernah sekalipun merayakan ulang tahun saya sendiri.


Keluarga saya tidak pernah mengajarkan adanya perayaan pada hari ulang tahun, ayah saya sendiri pernah bilang : “Kita cuma punya 2 hari yang harus dirayakan, yaitu hari raya idul fitri dan idul adha.”
Didikan orang tua saya, sangat membekas dalam di hati saya, saya selalu tidak membenarkan ketika ada seorang yang berulang tahun dan merayakannya dengan culmination meniup lilin diatas kue.

Mungkin saya bukan hanya sekedar tidak suka, namun sebagai sarana menghibur diri.
Ketika melihat orang lain berulang tahun (dan dirayakan), saya mendadak membenci kegiatan tersebut, sekaligus ada rasa iri didalam hati saya : “Mengapa saya tidak pernah bisa merayakan hari ulang tahun saya seperti halnya orang itu?”

Oleh karena itu, saya ingin menulis tentang beberapa hal  yang remaja lakukan ketika berulang tahun, yang (jujur) saya sendiri membencinya :

Yang Pertama

Beli 2 kilo tepung/sagu/terigu dan telur 1 karpet. Bukan, mereka bukan berencana membuat kue ulang tahun sendiri  (siapa juga yang mau membuat kue dengan sagu?), semua bahan tersebut mereka jadikan bahan mainan, cara mainnya mudah kok, hanya tinggal melempar telur/tepung tersebut kearah orang yang berulang tahun. Alhasil, baju sekolah yang seharusnya jadi kebanggaan seorang pelajar, malah menjadi kotor dan bau, dan sungguh kasian bagi anak kos seperti saya ini jika mengalami hal tersebut, mungkin Rinso kekuatan 10 tangan yang saya beli di Indomaret terdekat juga tidak akan mampu membersihkannya.

Pada kasus yang agak ekstrim, pelajar-pelajar yang bisa dikatakan idiot ini juga tidak puas jika hanya bermain dengan telur, kotak sampah didepan kelas pun jadi.
Pengalaman saya ketika itu, seorang kakak kelas yang berulang tahun dengan zalimnya dikerjai bukan hanya dengan telur, namun dengan kotak sampah beserta isinya, saya tidak bisa bayangkan betapa busuknya kotak sampah (beserta isinya) tersebut.

Bagaimanakah perasaan seekor ayam, jika dia tahu bahwa telur yang dia hasilkan demi mengenyangkan umat manusia, malah digunakan sebagai mainan.
Jika setiap hari ada pelajar yang berulang tahun, saya khawatir akan terjadi krisis telur ayam massal. Untuk menghindari hal itu, saya tidak pernah menggunakan telur untuk dilempar, sebagai gantinya, saya mengunakan benda yang mirip dengan telur dan lebih murah (atau tidak berharga) daripada telur (baca : batu), cara ini berhasil, berhasil membuat saya kesulitan berjalan -Si orang sialan yang berulang tahun tersebut tidak terima saya lempar dengan batu, waktu itu emosi labilnya sudah mencapai batas, alhasil benda apapun yang ada disekelilingnya pasti dia gunakan untuk memukul saya, Alhamdulillah benda terdekat dengan dia saat itu adalah sebuah gitar-.

Yang Kedua

Hari ulang tahun, biasanya dijadikan ajang bagi para manusia yang berulang tahun, untuk menyenangkan hati teman-temanya. Cara-untuk-menyenangkan-hati-temannya tersebut yang saya maksud tidak lain adalah MENTRAKTIR.

Entah kenapa, TRAKTIR adalah salah satu kata yang tabu bagi saya, bahkan jauh sebelum saya menjadi bagian dari KONGES (Anak kos ngenes), saya menjauhi teman yang mengucapkan kata traktir kearah saya (itu berarti dia minta saya traktir) dan saya mendadak mendekati teman yang menggucapkan kata traktir kearahnya (itu berarti dia mengajukan diri untuk mentraktir saya) kalo ini namanya pecinta gratisan :D.

Menurut survey yang saya lakukan kepada diri saya sendiri, anak kos cenderung menghindar dari teman-temannya ketika dia berulang tahun.
Faktor utamanya adalah kesengsaraan hidup selama 1 bulan penuh yang diderita (baca : kelaparan) seorang anak kos, jika hanya dalam 1 hari, uangnya habis hanya untuk tradisi traktir ini.

Di beberapa kasus dalam hidup saya, seorang teman saya (yang juga merupakan anggota KONGES) mengajukan dirinya untuk mentraktir saya dihari ulang tahunnya, saya sontak terkejut.
Apakah dia tidak memikirnya teori idiot brilian saya? :

“Air yang sudah ditampung selama 1 bulan, akan habis selama 1 hari jika tempat penampungnya dibolongi, volume lubang berpengaruh pada kecepatan habisnya air.”

Teori tersebut saya beri nama, Teori Relativitas Traktir (TRT)
Air : jatah uang 1 bulan anggota KONGES

Seiring berjalannya waktu, saya menyadari teori saya masih punya kekurangan, lalu saya membuat revisinya menjadi Teori Relativitas Traktir II (TRT II) :

“Teori ini hanya bekerja jika kamu tidak mengerti cara menambal kebocoran penampungnya.”

Oh ya sekian dulu ya,  ^^

3 komentar:

  1. benar itu kak. bagaimana ya. aku saja ada temanku yang merayakan ulang tahunku. tapi aku sama sekali tidak menginginkannya. dan ujung ujungnya aku jadi korban pelemparan telur dan sagu justru ditambah comberan :(.

    BalasHapus
    Balasan
    1. padahal kita yg ulang tahun ya? malah dia yg rusuh haha

      Hapus
  2. benar itu kak. bagaimana ya. aku saja ada temanku yang merayakan ulang tahunku. tapi aku sama sekali tidak menginginkannya. dan ujung ujungnya aku jadi korban pelemparan telur dan sagu justru ditambah comberan :(.

    BalasHapus